Belajar Lebih Menghargai
Haiii gais, ditulisan kali ini aku akan menceritakan pengalamanku. Pengalaman inilah yang memberikan pelajaran hidup yang cukup berharga untukku.
Awalnya, karna aku merasa ingin mencoba hal baru ditengah kesibukan kuliahku sekaligus hitung-hitung menambah uang jajan karena gajiku sebagai asisten lab bisa dibilang tidak seberapa. Aku bersama temanku berniat mencoba kerja partime disalah satu gedung/aula yang bertugas membantu koki memasak saat ada event di gedung tersebut. Persyaratan kerja disini sebenarnya tidak terlalu rumit, dan tidak terikat kontrak. Jadi bisa bebas tidak hadir apabila berhalangan.
Setelah melewati prosedur pendaftaran dsb, beberapa hari setelahnya kami sudah bisa bekerja jika memang sudah ada event. Aku dan temanku yg notabene-nya dari keluarga yang berkecukupan, untuk pertama kali mencoba kerja menguras tenaga bukan menguras otak seperti biasanya yang kami lakukan.
Hari kerjapun datang, jam kerja sekitar 7-8 jam untuk hari ini kerja mulai jam 1. Event pertama yang aku tangani adalah acara wedding. Tugasku hanya menjaga stall makanan. Memikirkannya saja mungkin tidak terlalu berat menurutku. Tapi nyatanya sesampai disana acaranya belum mulai, jadi tugas kami membantu prepare hidangan2 untuk event selanjutnya
Untuk pertama kalinya aku turun di dunia kerja sesungguhnya, ternyata benar kata orang, "senioritas" pasti ada saja perlakuan seperti itu meskipun hanya segelintir orang yang melakukannya. Ditambah lagi rasa takut dan gugup saat tidak tahu menahu apa yang harus dilakukan saat bekerja untuk pertama kalinya.
Prepare hidangan cukup memakan waktu yang lama, tenagaku juga sudah cukup terkuras. Lemas rasanya saat harus berdiri di dapur untuk waktu yang lama. Acara pun dimulai sekitar jam 4 lebih, tibalah saatnya untuk tugas yang sesungguhnya. Entah kenapa aku ditempatkan di bagian ruang VIP dan aku sendirian disana. Bingung dan cemas menghantui tubuh dan pikiranku. Tapi aku harus tenang menjalaninya, jangan sampai membuat kesalahan dihari pertama.
Aku harus tetap berdiri dan tersenyum sambil menjaga stall hidangan makanan meskipun rasanya kaki dan punggung ini sudah pegal pegal karna terlalu lama berdiri. Saat itu ada salah satu pekerja yang kelihatan seumuran denganku menghampiri. Dia mengajakku mengobrol sambil bertanya basa basi, tapi bukan tipikal cowok yang mau modus untungnya.
Saat itu kami mengobrol cukup lama, dan dia membantu pekerjaanku sedikit jika sekiranya ada yang tidak kumengerti. Lega rasanya ketemu dengan orang seperti itu. Aku juga senang karna diluar dugaan di ruang VIP yang gunanya untuk ruang keluarga, kebetulan keluarganya ramah dan tidak sombong. Yang membuatku terharu adalah dia menawarkan makan dan minum, dan yang terpenting lagi ia menawarkanku untuk duduk. Padahal kami para pekerja tidak boleh memakan makanan yang ada di hadapan kami, tetapi dengan senangnya seseorang yang punya acara berbaik hati mengizinkan kita untuk makan tetapi jika tidak ada tamu yg datang pada saat itu.
Alhamdulillah aku senang karna masih ada seseorang sepertinya meskipun dia kaya tetapi baik hati dan tidak sombong. Semoga dunia ini dipenuhi dengan orang-orang sepertinya aamiin. Dari sinilah aku belajar, padahal mamaku pemilik wedding organizer. Harusnya aku yang diposisi punya event besar seperti ini dan bisa menikmati makanan catering kapanpun saat ada event. Tapi saat itu aku malah yang menjari pekerja di acara tersebut.
Meskipun lelah, aku telah belajar banyak hal dalam satu hari. Salah satunya, saat kita ada diposisi atas lihatlah kebawah jangan lihat keatas karena kita tidak akan pernah merasa puas. Lihatlah orang-orang yang dibawah, masih banyak dari mereka yang kurang beruntung, ada orang yang untuk makan saja mereka susah. Selain itu jangan pernah mengabaikan orang lain saat mereka bekerja keras, kita harus berpikir saat kita diposisi orang tersebut. Alangkah baiknya untuk menghargai dan bersikap baik kepada siapapun
Sekian,
Awalnya, karna aku merasa ingin mencoba hal baru ditengah kesibukan kuliahku sekaligus hitung-hitung menambah uang jajan karena gajiku sebagai asisten lab bisa dibilang tidak seberapa. Aku bersama temanku berniat mencoba kerja partime disalah satu gedung/aula yang bertugas membantu koki memasak saat ada event di gedung tersebut. Persyaratan kerja disini sebenarnya tidak terlalu rumit, dan tidak terikat kontrak. Jadi bisa bebas tidak hadir apabila berhalangan.
Setelah melewati prosedur pendaftaran dsb, beberapa hari setelahnya kami sudah bisa bekerja jika memang sudah ada event. Aku dan temanku yg notabene-nya dari keluarga yang berkecukupan, untuk pertama kali mencoba kerja menguras tenaga bukan menguras otak seperti biasanya yang kami lakukan.
Hari kerjapun datang, jam kerja sekitar 7-8 jam untuk hari ini kerja mulai jam 1. Event pertama yang aku tangani adalah acara wedding. Tugasku hanya menjaga stall makanan. Memikirkannya saja mungkin tidak terlalu berat menurutku. Tapi nyatanya sesampai disana acaranya belum mulai, jadi tugas kami membantu prepare hidangan2 untuk event selanjutnya
Untuk pertama kalinya aku turun di dunia kerja sesungguhnya, ternyata benar kata orang, "senioritas" pasti ada saja perlakuan seperti itu meskipun hanya segelintir orang yang melakukannya. Ditambah lagi rasa takut dan gugup saat tidak tahu menahu apa yang harus dilakukan saat bekerja untuk pertama kalinya.
Prepare hidangan cukup memakan waktu yang lama, tenagaku juga sudah cukup terkuras. Lemas rasanya saat harus berdiri di dapur untuk waktu yang lama. Acara pun dimulai sekitar jam 4 lebih, tibalah saatnya untuk tugas yang sesungguhnya. Entah kenapa aku ditempatkan di bagian ruang VIP dan aku sendirian disana. Bingung dan cemas menghantui tubuh dan pikiranku. Tapi aku harus tenang menjalaninya, jangan sampai membuat kesalahan dihari pertama.
Aku harus tetap berdiri dan tersenyum sambil menjaga stall hidangan makanan meskipun rasanya kaki dan punggung ini sudah pegal pegal karna terlalu lama berdiri. Saat itu ada salah satu pekerja yang kelihatan seumuran denganku menghampiri. Dia mengajakku mengobrol sambil bertanya basa basi, tapi bukan tipikal cowok yang mau modus untungnya.
Saat itu kami mengobrol cukup lama, dan dia membantu pekerjaanku sedikit jika sekiranya ada yang tidak kumengerti. Lega rasanya ketemu dengan orang seperti itu. Aku juga senang karna diluar dugaan di ruang VIP yang gunanya untuk ruang keluarga, kebetulan keluarganya ramah dan tidak sombong. Yang membuatku terharu adalah dia menawarkan makan dan minum, dan yang terpenting lagi ia menawarkanku untuk duduk. Padahal kami para pekerja tidak boleh memakan makanan yang ada di hadapan kami, tetapi dengan senangnya seseorang yang punya acara berbaik hati mengizinkan kita untuk makan tetapi jika tidak ada tamu yg datang pada saat itu.
Alhamdulillah aku senang karna masih ada seseorang sepertinya meskipun dia kaya tetapi baik hati dan tidak sombong. Semoga dunia ini dipenuhi dengan orang-orang sepertinya aamiin. Dari sinilah aku belajar, padahal mamaku pemilik wedding organizer. Harusnya aku yang diposisi punya event besar seperti ini dan bisa menikmati makanan catering kapanpun saat ada event. Tapi saat itu aku malah yang menjari pekerja di acara tersebut.
Meskipun lelah, aku telah belajar banyak hal dalam satu hari. Salah satunya, saat kita ada diposisi atas lihatlah kebawah jangan lihat keatas karena kita tidak akan pernah merasa puas. Lihatlah orang-orang yang dibawah, masih banyak dari mereka yang kurang beruntung, ada orang yang untuk makan saja mereka susah. Selain itu jangan pernah mengabaikan orang lain saat mereka bekerja keras, kita harus berpikir saat kita diposisi orang tersebut. Alangkah baiknya untuk menghargai dan bersikap baik kepada siapapun
Sekian,
Komentar
Posting Komentar